PAHLAWAN ERA DIGITAL

Pahlawan….??

pahlawan adalah seseorang yang mampu memberikan sesuatu  yang berguna sepanjang masa bagi semua orang dan orang yang hidup setelahnya, lalu pada pandangan saya pahlawan era digital adalah pahlawan yang hidup pada zaman modern ini bukan pahlawan yang hidup pada masa penjajahan yang rela berkorban demi memperebutkan kemerdekaan, melainkan pahlawan yang memberikan sesuatu yang bermanfaat melalui media digital. Itulah pandangan saya terhadap pahlawan era digital.

Kemudian bukankan kedua orang tua kita juga adalah sosok pahlawan bagi kita, yang senantiasa memperjuangkan segala hidupnya demi kebahagiaan kita, bekerja banting tulang, tidak kenal panas ataupun hujan. Semua itu semata-mata hanya demi kebahagiaan kita sebagai anak. Lalu apakah orang tua kita yang seperti ini juga bisa dikatakan PAHLAWAN ERA DIGITAL, bukan yang seperti ini pahlawan di era digital itu, tetapi sosok seseorang yang mampu memberikan karya, Ilmu, dan tenaganya untuk suatu kemajuan di dunia Digital khususnya.

Berdasarkan Pengalaman saya mengenai pahlawan era digital, Pada tahun 2011 tepatnya ketika saya SMA mengikuti perkemahan yang melibatkan beberapa teman saya juga, mulanya ketika malam hari pada waktu semua peserta istirahat, saya bertanya kepada teman saya, “apakah ada diantara kalian yang membawa Al-Qur’an?” lalu mereka tidak ada yang menjawab, “saya berfikir mungkin mereka sudah kelelahan dengan semua kegiatan yang sudah dilakukan makanya mereka tidak ada yang menjawab pertanyaan saya” ujar saya di dalam hati, tetapi tidak lama kemudian ada salah satu teman saya justru memberikan ponselnya kepada saya, saya berkata kepadanya “kamu itu gimana to, saya Tanya Al-Quran malah dikasih ponsel” nahh.. disinilah saya mulai bertanya-tanya mengenai hubungannya ponsel ini dengan Al-Qur’an. Perlahan-lahan teman saya mulai menjelaskan tentang Ponsel ini, Jadi intinya di dalam ponsel ini ada yang namanya Aplikasi Al-Qur’an, dengan Aplikasi ini kita dapat mengetahui atau membaca Al-Qur’an, bahkan dengan aplikasi ini juga kita dapat mengetahui arti sekaligus tafsir dan asbabunnuzulnya, Lalu saya pun tarcengang melihat ini semua.

Luar biasa!! Al-Qur’an yang segitu tebalnya dapat masuk ke ponsel, bahkan arti dan tafsir serta asbabunnuzulnya ikut masuk kedalamnya, sampai-sampai suara ataupun Audio seseorang yang melantunkan ayat Al-Qur’an tersebut ada di dalamnya. Kemudian saya mencobanya sendiri, dengan membuka satu-persatu lembaran-lembaran Al-Qur’an di ponsel itu sampai khatam, disitulah malam yang sangat panjang terasa sangat singkat dengan adanya ponsel itu yang menemani malam saya, dan tidak terasa suara Adzan Subuh sudah mulai terdengar.

Dari cerita tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa teman saya adalah pahlawan bagi saya, tetapi setelah saya amati kembali, timbul pertanyaan yang ada dalam pikiran saya,,, “siapakah yang menjadi pahlawan bagi saya dalam peristiwa tersebut, apakah teman saya, atau ponsel teman saya, ataupun pencipta Aplikasi Al-Qur’an tersebut?”

Saya tidak berfikir panjang bahwa mengenai siapakah pahlawan dalam peritiwa tersebut bagi saya semuanya adalah pahlawan. Lalu haruskah pahlawan yang ini juga diperingati harinya? dan diberi penghargaan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa???

Kalau pahlawan itu adalah orang yang pengorbanannya dulu telah berhasil membuat kehidupan orang-orang setelah dia menjadi lebih mudah dan indah, maka sejatinya penemu dan pengembang Aplikasi Al-Qur’an tersebut adalah pahlawan.

Saat ini sudah ada kemudahan bagi setiap orang untuk menjadi seorang pahlawan di era digital ini, yakni Hanya dengan mengupload sebuah karya yang bermanfaat bagi semua orang maka dapat dikatakan sebagai pahlawan era digital, namun tidak mudah membuat karya yang bermanfaat bagi semua orang.