STRATEGI DA’I DALAM MENINGKATKAN TOLERANSI BERMASYARAKAT DI ERA DIGITALISASI

 A. Landasan Tugas Berda’wah

  1. Qur’an Surat An Nahl 16: 125 : Artinya : “Serulah (manusia ) kepada jalan Tuhanmu dengan Hikmah dan Pelajaran yang baik, dan Berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang mengetahui siapa yang sesat da ri jalan Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk”.
  2. Hadits Nabi Riwayat Muslim : Artinya : Dari Abu Sa’id Al Khudri ra. Berkata bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda. “Siapapun di antara kamu yang melihat kemungkaran hendaklah mengubahnya dengan tangan  atau kekuasaannya. Apabila tidak mampu maka dengan lisannya, apabila dengan cara itu tidak mampu, maka hendaklah   dengan lisannya Demikian itu (cara yang terakhir) adalah termasuk selemah-lemah iman” (HR. Muslim)

B. Pengertian Da’wah

Da’wah adalah “kegiatan ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun kelompok agar timbul pengertian, kesadaran, sikap penghayatan serta pengamalan terhadap ajaran agama sebagai pesan yang disampaikan dengan tanpa adanya unsur paksaan”.

C. Figur Da’i

  1. Da’i/Penda’wah adalah Seorang Muslim atau Muslimah yang menjadikan da’wah sebagai tugas ‘amaliyah ibadah pokok yang menyeru, mengajak dan mengajarkan Islam kepada orang lain
  2. Dalam setiap pembicaraan, gerak dan perilakunya sangat bermakna bagi pembangunan masyarakat dan menjadi contoh/panutan lingkungan sekitarnya (Uswah Hasanah )

DStrategi Da’wah Ala Rasulullah

  1. Learning Condition (Pengkondisian Suasana )
  2. Active Interaction (Interaksi Secara aktif )
  3. Aplied learning (Methode Praktek )
  4. Scanning and Levelling (Tingkat Kecerdasan )
  5. Discussion and feed Back (Diskusi & Tanggap)
  6. Strory telling (Bercerita )
  7. Analogi and Case Study (Contoh & Studi Kasus)
  8. Teaching and Motivating (Belajar& Motivasi)
  9. Body language (Bahasa Tubuh)
  10. Picture and Grafh (Gambar dan Grafik)
  11. Reasoning & Argumentation (Alasan & Tanggapan)
  12. Self reflection (Refleksi Diri)
  13. Repetation (Pengulangan)
  14. Focus and Point Basis (global & Detail)
  15. Question Method ( Metode bertanya )
  16. Guessing with Question (Pikir dengan tanya)
  17. Encouraging to Ask (Rangsangan untuk tanya)
  18. Wisdom in Ansering ( Bijak dalam menjawab)
  19. Commening Question (Komentari pertanyaan)
  20. Honesty (Jujur )

E. Makna Toleransi

  1. Toleran adalah : sifat atau sikap tenggang rasa (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian atau pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.
  2. Toleransi adalah sifat atau sikap toleran. Sifat fanatik dan tidak
  3. Mentoleransi berarti membiarkan, mendiamkan.

 F. Toleransi Antar Umat Beragama

  1. Toleransi antar umat beragama berarti suatu sikap manusia sebagai umat yang beragama dan mempunyai keyakinan, untuk menghormati dan menghargai manusia yang beragama lain.
  2. Dalam masyarakat berdasarkan Pancasila terutama sila pertama, Bertaqwa kepada Tuhan menurut agama dan kepercayaan masing-masing adalah mutlak. Semua Agama menghargai manusia maka dari itu semua umat beragama juga wajib saling menghargai. Dengan demikian antar umat beragama yang berlainan akan terbina kerukunan hidup.

 G. Tolerasi dalam Islam

Islam adalah agama yang sempurna dan memiliki sejumlah syariat yang sangat menjunjung tinggi sikap toleransi.

Firman Allah SWT : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat. karena itu Barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus, dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”.    Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah S.W.T. (TQS. Al Baqarah:256).

Dan Katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barang siapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek”. (TQS, Al Kahfi: 29).

H. Toleransi Menurut UUD 1945

Pemeluk agama mayoritas wajib menghargai ajaran dan keyakinan pemeluk agama lain, karena dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 dikatakan bahwa “setiap warga diberi kemerdekaan atau kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya”. Hal ini berarti kita tidak boleh memaksakan kehendak, terutama dalam hal kepercayaan, kepada penganut agama lain, termasuk mengejek ajaran dan cara peribadatan mereka.

I. Manfaat Toleransi Menurut Islam

  1. Menghindari Terjadinya Perpecahan.

Bersikap toleran merupakan solusi agar tidak terjadi perpecahan dalam mengamalkan agama. Sikap bertoleransi harus menjadi suatu kesadaran pribadi yang selalu dibiasakan dalam wujud interaksi sosial. Toleransi dalam kehidupan beragama menjadi sangat mutlak adanya dengan eksisnya berbagai agama samawi maupun agama ardli dalam kehidupan umat manusia ini.

  1. Memperkokoh Silaturahmi dan Menerima Perbedaan
  2. Salah satu wujud dari toleransi hidup beragama adalah menjalin dan memperkokoh tali silaturahmi antar umat beragama dan menjaga hubungan yang baik dengan manusia lainnya. Pada umumnya, manusia tidak dapat menerima perbedaan antara sesamanya, perbedaan dijadikan alasan untuk bertentangan satu sama lainnya. Perbedaan agama merupakan salah satu faktor penyebab utama adanya konflik antar sesa ma manusia.
  3. Merajut hubungan damai antar penganut agama hanya bisa dimungkinkan jika masing-masing pihak menghargai pihak lain.

 J. Da’wah diera Digital

  1. Dakwah dengan tulisan

Dakwah dengan tulisan  merupakan salah satu metode dalam berdakwah di tengah globalisasi ini, bahkan budaya menulis telah dicontohkan oleh para ulama-ulama terdahulu mulai dari para salafus shaleh sampai ulama kontemporer saat ini. Begitu banyak Kitab-kitab yang telah ditulis oleh imam An Nawawi diantaranya Syarh Shahih muslim, Riyadh Al Shalihin, Al Adzkar dan lain-lain.

  1. Melalui internet

Da’wah memakai internet biasanya para agen dakwah memanfaatkan fasilitas Blog dengan memasukkan tulisannya ke blog lalu di publish ke media, begitu pula dengan Facebook dan twitter para pendakwah biasanya berdakwah dengan menshare artikel dari blog, situs islam, ataupun dengan mengupdate status yang bernuansa mengingatkan atau mengajak kaum muslimin untuk mengingat Allah SWT, atau pun dengan menginformasikan kepada kaum muslimin terkait adanya kajian islam atau dialog islam serta diskusi dengan tema Islam di suatu tempat.

  1. Melalui Video atau Gambar

Era tekhnologi dewasa ini banyak orang dalam mengekspresikan dirinya dengan memanfaatkan  semisal dengan foto, gambar ataupun video, dan sedang menjamur dimana-mana. Bagi para pelaku dakwah  sebenarnya ini menjadi sebuah peluang yang sangat besar untuk mengekspresikan apa yang dia pahami tentang ajaran Islam dengan memanfaatkan video dan foto tersebut, tak banyak diantara kawula muda yang terkenal disebabkan karena videonya yang menghebohkan, mereka mampu menghipnotis jutaan masyarakat, apalagi jika hal ini dimanfaatkan oleh para Da’i.

 

 

 

 Oleh : DR. MAHMUD YUNUS (Dosen STIS Darul Ulum Sekampung Lampung Timur)